29 April 2009

Mari Merenung Sejenak

Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar, ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba terdengarlah bunyi auman suara harimau... Auuuummmm... .!!!!!
Seekor harimau yang sedang lapar dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya dan tiba-tiba sudah berada dihadapan pemuda . Pemuda tadi karena takut, diapun berlari semampu dia bisa, Harimau yang sedang lapar tentunya tidak begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya, harimau itupun mengejar pemuda tadi.

Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau, rupanya doanya dikabulkan, dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua, terlintas dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu, karena harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut masuk kesumur tersebut.

Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya ada tali menjulur ke bawah, jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut. Tapi ternyata tali itu pendek dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur, hingga akhirnya dia bergelayut ditengah-tengah sumur, ketika tengah bergelayut dia menengadahkan mukanya keatas ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir sumur, dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak air, setelah diamati ternyata ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya.

Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau, dibawah buaya siap menerkamku, ketika dia tengah terpikir caranya keluar, tiba-tiba dari pinggir sumur yang ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih...ciiit...ciiit. ......ciit...yang naik meniti tali pemuda tadi dan mulai menggerogoti tali pemuda tadi, belum hilang keterkejutannya dari lobang satunya lagi muncul seekor tikus hitam yang melakukan hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tuk bergelantungan.

Waduh ...jika tali ini putus, habislah riwayatku dimakan buaya..!!!
Cemas dia berpikir,... jika aku naik keatas ....sudah pasti harimau menerkamku, jika menunggu disini lama- lama tali ini akan putus dan buaya dibawah siap menyongsongku saat itulah dia mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang mereka, dia mendongakkan wajahnya keatas dan tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke mul ut pemuda tadi.

Spontan pemuda tadi berkata....Subhanallah ..Alangkah manisnya madu ini, baru sekali ini aku merasakan madu semanis dan selezat ini...!!!

Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau tadi.

Tahukah kamu, inti dari cerita diatas...???

Pemuda tadi adalah kita semua, harimau yang mengejar adalah maut kita, ajal memang selalu mengejar kita. Jadi ingatlah akan mati.

Dua ekor buaya adalah malaikat munkar dan nakir yang menunggu kita di alam kubur kita nantinya .

Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita, jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya pendek maka panjanglah umur kita.

Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan juga malam yang senantiasa mengikis umur kita. Diibaratkan di cerita tadi tikus yang menggerogoti tali pemuda.

Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar. Bayangkan madu setetes tadi masuk ke mulut pemuda, sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya, begitulah kita, ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Allah. Ketika susah baru ingat kepada Allah..Astaghfirullah

Selamatkan Kucing Hutan


Selamatkan Kucing Hutan dari Kepunahan


Tahukah anda bahwa kucing hutan itu berbeda dengan kucing piaraan atau kucing liar? Kucing hutan pada dasarnya lebih dekat kekerabatannya pada kelompok kucing besar seperti singa , macan dan harimau walau postur tubuh mereka kecil mirip dengan kucing yang biasa kita kenal.

Tahukah anda ada spesies kucing hutan terancam kepunahan akibat kerusakan hutan dan perburuan?


Berikut ini adalah spesies kucing hutan yang terancam kepunahan :


Kucing merah ( Borncan by cat ) Felis badia

Kucing emas ( Golden cat ) Felis temminckii

Kucing dampak ( Flat headed cat ) Felis planniceps

Kucing bakau ( Fishing cat ) Felis viverrina


Jika anda peduli dan pecinta kucing, mari hentikan pembelian kucing hutan agar perburuan mereka dapat ditekan seminimal mungkin.


“Tempat terbaik bagi mereka adalah dihabitat alaminya”


Mari kita jaga habitatnya agar kelak anak dan cucu kita masih dapat melihat keberadaannya.

Dari Kepunahan

08 April 2008

Manajemen Waktu

Manajemen Waktu,

Suatu hari, seorang ahli “Manajemen Waktu” berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para siswanya.

Dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yang bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekira selusin batu berukuran segenggam tangan, dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.

Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah.”
Kemudian dia berkata, “Benarkah?” Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang- guncangkannya, sehingga ke rikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.

Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, “Apakah toples ini sudah penuh?” Kali ini para siswanya hanya tertegun, “Mungkin belum”, salah satu dari siswanya menjawab.

“Bagus!”, jawabnya. Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.

Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” “Belum!” serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”

Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.

Lalu si ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yang antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya”
“Bukan”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya”.

Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa: Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yg pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali.

Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu, orang-orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu.
Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.

Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan pasir) dalam waktumu maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya waktu berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidup.